Pages

Monday, December 3, 2018

5 Penyebab Kenapa Jodoh Tak Kunjung Datang

Kenapa Jodoh Tak Kunjung Datang

Kenapa jodoh tak kunjung datang? Apa salahku, apa salah ibuku, hidupku dirundung pilu jreng, jreng, jreng hehe.
Bukan tanpa sebab kenapa jodoh tak kunjung datang, diantaranya adalah yang datang dari dalam diri kita sendiri, di sini hanya akan dipaparkan beberapa saja, selebihnya kita bertafakur dan bermuhasabah saja.

Sugesti dalam pikiran

Sugesti yang tertanam dalam pikiran kita, mempunyai pengaruh yang besar dalam kehidupan kita.
Karena sugesti tanpa kita sadari telah menjadi do’a.
Sugesti ibarat harapan, ketika kita meyakini bahwa kita bisa menikah saat mencapai usia duapuluh lima tahun, maka kita kemungkinan besar kita bisa melakukannya. Namun, jika sugesti dalam pikirian kita mengatakan bahwa kita tidak mampu, jangan harap sesuatu yang indah akan terjadi.
Ketika kita telah siap maka jodoh akan datang, ibarat sebuah rumah yang tanpa pintu, bagaimana seseorang akan masuk? Tetapi jika rumah itu memiliki pintu maka si tuan rumah tinggal menunggu ada yang mengetuk pintu tersebut.
Kekuatan keyakinan itu sangat dahsyat. Tentu juga dibarengi dengan usaha dan doa.
Maka tanamkanlah dalam benak kita bahwa jodoh kita telah diciptakan oleh Allah dan ia sedang menunggu kita untuk menemukannya.
Contoh sugesti yang salah;
“Ah, aku mah apa atuh, udah bisa makan sama daging aja udah syukur, gak mau muluk-muluk berharap jodoh datang...”
Dan masih banyak contoh lainnya, salah satunya mungkin ada dalam pikiran kamu, hehe.

Pengalaman dan kenangan masa lalu

Pengalaman masa lalu yang terlalu dramatis atau bahkan terlalu sadis secara tidak sadar membuat kita enggan untuk membuka diri, dan akhirnya jodoh itu tak kunjung datang.
Bagi yang sebelumnya sudah pernah menikah dan mengalami kegagalan, bisa jadi itu membekas dan membentuk anggapan bahwa ia merasa tidak mampu untuk menjadi pasangan yang baik. Atau sebagain ada yang mengalami traumatik karena diperlakukan dengan kasar oleh pasangannya sehingga ia lebih memilih untuk menutup diri.
Mulai dari sekarang, belajarlah untuk memaafkan diri sendiri dan orang yang pernah menyakiti dan merusak kehidupan kita.
Belajar ikhlas, biarlah yang lalu berlalu.
Jadikan pengalaman itu sebagai pelajaran untuk lebih hati-hati dalam melangkah kedepannya, bukan malah menahan kita untuk stagnan.

Usaha kurang pool, do’a kurang nyoss

Segala sesuatu yang kita inginkan tidak semata-mata langsung tirin dari langit.
Anak kecil saja ketika meminta mainan ke orang tuanya harus nangis dulu.
Apalagi kita yang mengharapkan jodoh.
Harus ada usaha yang gigih dan do’a yang rajin. Agar jodoh yang kita inginkan segera hadir untuk menemani hidup kita.

Terlalu pilih-pilih

Ada orang yang berkata “Ya Allah kenapa jodohku belum juga datang, padahal aku ga jelek-jelek amat, mobil punya, rumah punya. Kenapa Ya Allah.”
Orang yang sudah mapan memang secara logika tidak lah sulit untuk menemukan jodoh.
Namun apa jadinya jika si mapan ini terlalu pilih-pilih. Berharap menemukan yang terbaik.
Padahal belum tentu yang ia tekuman selanjutnya lebih baik dari pada yang telah ia lewatkan.
Memang sulit untuk meyakini sesuatu itu adalah yang terbaik untuk kita, akan tetapi kita bisa untuk menyerahkan urusan tersebut kepada Allah, agar kita dipasangkan dengan seseorang yang terbaik untuk kita menurut Alla SWT.
Tidak ada manusia yang sempurna.
Belajarlah untuk menerima kekurangan pasangan dan membuat hidupnya bahagia.

Tidak mau perbaiki diri

Poin terakhir ini adalah poin yang sangat penting.
Ketika kita belum bisa memperbaiki diri kita sendiri apakah jodoh yang terbaik itu akan datang?
Apakan jika kita masih bermalas-malasan, jodoh yang didambakan itu akan datang?
Bisa jadi ketika jodoh kita tak kunjung datang karena diri kita yang belum siap, masih seneng main-main dan juga tak mau memperbaiki diri.
Lelaki yang baik untuk wanita yang baik.
Ungkapan yang sudah cukup lumrah dalam telinga.
Mulailah untuk memperbaiki diri, step by step kemudian istiqamah dalam kebaikan, niscaya jodoh akan datang.
Sebelum mengkoreksi apa yang ada di luar diri kita, ada baiknya untuk mengintropeksi diri kita terlebih dahulu.
Hilangkan ego dalam diri, tanyakan pada diri kita apa sih kesalahan dan kekurangan kita yang membuat jodoh tak kunjung datang.
Selamat mencoba
Semoga bermanfaat.






Friday, November 30, 2018

5 Kiat Menjadi Tetangga yang Baik

menjadi tetangga yang baik

Tetangga yang baik adalah tetangga yang tahu cara bagaimana mengaplikasikan adab dalam bertetangga. Sehingga dalam perilakunya terhadap tetangga baik dan santun.
Tetangga tanpa kita sadari telah menjadi orang yang memiliki kedekatan dengan kita terutama dalam segi jarak. Sebelah kanan, kiri bahkan belakang adalah tetangga kita yang mungkin saja sebelumnya kita tak pernah kenal dengan mereka. Namun, karena adanya perpindahan tersebut kita mulai mengenali mereka.
Menjalin hubungan yang baik dengan tetangga sangatlah dianjurkan. Selain karena tetangga lah orang yang paling dekat dengan kita, juga tetangga lah yang tahu keseharian kita.
Maka dari itu, penting sekali bagi kita untuk memiliki adab atau sopan dan santun terhadap tetangga agar hubungan dengan tetangga bisa terjalin dengan baik dan hangat.
Menjalin hubungan yang baik dengan tetangga memiliki banyak keuntungan, misalnya saja ketika kita memerlukan pertolongan, sedangkan keluarga jauh di luar kota, kita bisa meminta tolong kepada tetangga dan tetangga pun akan menolong kita dengan senang hati karena sudah terjalinnya ikatan kekeluargaan yang baik dengan tetangga.


Berikut ini ada beberapa tips agar kita bisa menjadi tetangga yang baik, diantaranya adalah:

Selalu menyapa

Mungkin menyapa adalah hal yang dianggap sepele, namun saling tegur sapa merupakan hal dasar dalam menjalin hubungan baik dengan tetangga. Menyapa setiap hari ketika bertemu bisa menimbulkan image yang ramah dan menyenangkan sehingga keakrabanpun akan dengan mudahnya terjalin.
Sapalah ketika pagi, sore maupun ketika kita bertemu di jalan. Tanyakan kabarnya dan keluarganya agar ikatan makin erat lagi.

Selalu menjaga hak tetangga

Hak tetangga merupakan sesuatu yang harus dimilili olehnya, atau bisa diartikan juga sebagai suatu kewajiban yang harus kita penuhi terhadap tetangga.
Saling bertukar hadiah, makanan ataupun hal-hal sepele lainya bisa menjadi cara agar hak tetangga tersebut terjaga. Menjaga hartanya dari pencuri, menjaga rumahnya dari rang-orang yang jahil.
Termasuk juga tidak membangun rumah yang bisa menghalangi akses tetangga mendapatkan jalan yang pas.
Tidak mengganggu tetangga dengan menyetel musik yang terlalu keras, atau juga bersenda gurau sampai kelewat batas, hingga terdengar ke tetangga sebelah.
Namun, bukan berati kita memantaunya setiap hari, hanya saja kita ikut memperhatikan mana kala ada yang tidak beres kita ikut andi untuk mengeceknya.

Tidak kikir terhadap tetangga

Seorang tetangga yang kikir, medit, koret. Itu cenderung akan dijauhi oleh tetangga yang lain. Kalo diberi mau tapi memberi ogah.
Sebagai tetangga yang baik, kita harus berbagi bersama tetangga disekitar rumah.
Bisa apa saja, materil maupun non materil.
Bisa ketika tetangga kita memerlukan nasihat, mak kita berikan nasihat.
Bisa juga ketika kita memasak suatu masakan yang enak, kita menyiapkan juga untuk tetangga. Hal ini dianjurkan oleh agama, maka barang siapa yang memasak sup, maka perbanyaklah airnya dan berbagilah dengan tetangga.
Berbuat baiklah tanpa mengharap balasan, karena semakin kita berharap akan balasan dari tetangga kita akan semakin perhitungan dalam berbuat baik.
Namun jika kita tidak perhitungan, maka kita akan terkejut betapa kebaikan kita begitu memberikan efek yang luar biasa.

Menutupi aib tetangga

Ketika sore hari biasanya ibu-ibu berkumpul, dan mulai menggosip sana sini. Alangkah bijaknya kita ketika tidak ikut-ikutan untuk menggosipkan aib tetangga kita. Biarkan itu menjadi rahasia kita dengan tetangga.
Jika memang hal itu tidak bisa diperbaiki, maka kita sebagai tetangga cukup tahu saja.
Namun jika hal itu bisa diperbaiki, maka berilah nasihat dan kiat-kiat agar aib tersebut bisa diatasi.

Bersabar atas tetangga

Kita mungkin sudah berusaha keras untuk menjadi tetangga yang baik. Namun, semua itu tidak ada hasilnya dan sia-sia.
Tetangga kita ternyata tipe manusia yang sangat tidak menyenangkan. Semua yang kita lakukan tidak ada artinya.
Hal-hal yang kita hindari, justru itu yang tetangga lakukan terhadap keluarga kita.
Maka bersabarlah, do’akan tetangga tersebut agar diberikan hidayah.
Sesekali ajak ia berdiskusi dengan membawa penengah yang disegani agar tidak terjadi adu mulut karena merasa tersinggung.
Hidup memang akan selalu bermasyarakat.
Karena takdir manusia adalah menjadi makhluk sosial.
Maka dari itu berbuat baik terhadap tetangga menjadi sesuatu yang sangat penting.
Karena menentukan kenyamanan hidup kita ditengah masyarakat.
Semoga bermanfaat.


Wednesday, November 28, 2018

3 Langkah Awal Mempersiapkan Kehamilan

Mempersiapkan Kehamilan

Pasangan suami istri yang baru saja menikah, sebagian besar mendambakan kehamilan dan memiliki rencana untuk segera hamil. Kehadiran anak yang ditunggu-tunggu akan menambah kebahagiaan dan keceriaan dalam keluarga kecil tersebut.
Sebelum menentukan untuk memiliki anak, sebaiknya pasangan tersebut harus merencanakan kehamilan terlebih dahulu, agar anak yang lahir bisa sehat dan orang tua yang dikaruniainya bisa menanganinya dengan baik.
Dalam merencanakan kehamilan, beberapa hal ini bisa diterapkan bagi pasangan suami istri yang ingin memiliki momongan.

Mempersiapkan mental dan fisik

Dalam menjalankan program kehamilan, kesiapan mental dan fisik ini sangat lah penting. Sebelum merencanakan kehamilan, ada baiknya pasangan suami istri sudah siap baik secara mental maupaun fisik.
Secara mental berarti ia sudah siap dengan segala perubahan yang akan terjadi ketika ia hamil. Rasa berat karena harus membawa-bawa janin dalam kandungan selama kurang lebih sembilan bulan. Jika secara mental belum memiliki kesiapan maka istri akan mudah terserang stres yang akan sangat berpengaruh pada tingkat kesuburan dan pertumbuhan janin.


Secara fisik berarti pasangan suami istri yang hendak merencanakan kehamilan itu sehat secara medis. Tingkat kesuburannya bagus, juga tidak memiliki riwayat kesehatan yang baik. jika memang pasangan suami istri ini memiliki suatu penyakit, maka segeralah konsultasikan ke dokter.

Menjaga pola makan yang sehat

Menjaga agar asupan gizi pada pasangan terjamin adalah hal paling penting. Makanan yang bergizi juga bisa meningkatkan kesuburan organ reproduksi.
Diantara nutrisi yang dibutuhkan selama menjalani program kehamilan ialah:
·         Vitamin A, asupan vitamin A dengan kadar yang cukup bermanfaat untuk fungsi mata, pertumbuhan kulit dan juga tulang. Namun, konsumsi vitamin A yang berlebihan bisa berakibat buruk pada janin. Vitamin A bisa didapatkan dari sayur dan buah yang berwarna kuning dan merah misal tomat dan wortel, juga bisa didapatkan dari hati, susu, dan juga daging.
·         Vitamin B, asupan vitamin B bermanfaat untuk meningkatkan kesuburan juga sangat bermanfaat untuk manjaga sel-sel saraf dan produksi sel darah merah. Vitamin B bisa didapatkan dari sayuran hijau, buah-buahan, kacang-kacangan, dan lain sebagainya.
·         Vitamin C, calon ibu yang dengan rutin mengkonsumsi vitamin C akan sangat bermanfaat, selain karena vitamin C mengandung antioksidan yang berfungsi melindungi bayi dari penyakit diabetes tipe dua maupun obesitas, vitamin C ini juga berguna untuk menyerap zat besi, menjaga kesehatan gusi dan gigi.
Vitamin C bisa didapatkan dengan mengkonsumsi jeruk, tomat, stroberi dan lain-lain.
·         Vitamin D, fungsi vitamin D ini adalah bisa menyerap kalsium dan juga berperan penting dalam pembentukan tulang dan gigi.
Makanan yang mengandung vitamin D ialah susu, minyak ikan, kuning telur dan lainnya.
·         Zat besi, mineral ini berfungsi sebagai pembentuk darah terutama sel darah merah. Jika ibu hamil tercukupi kebutuhan zat besinya maka akan mengurangi resiko anemia
Zat besi bisa diperoleh dengan mengkonsumsi daging, ikan, susu, hati, telur, sayur hijau serta tepung gandum.
·         Kalsium, kalsium mempunyai peran sangat penting dalam pembentukan tulang dan gigi.
Kalsium bisa didapatkan dengan mengkonsumsi ikan, keju, sayur mayur, biji-bijian dan kacang-kacangan.
·         Protein, protein sangat membantu dalam pembangun dan pelindung tubuh dan juga sebagai sumber energi.
Protein terbagi menjadi dua yaitu protein nabati (yang bisa diperoleh dari tumbuh-tumbuhan) dan protein hewani (yang bisa diperoleh dari daging hewan)
·         Asam folat, asam folat sangat berperan dalam pembentukan sel dan sistem syaraf, jika asupan asam folat ini mengalami kekurangan maka pertumbuhan jani akan mengalami kelainan.
Asam folat bisa diperoleh dari buah-buahan, sayur hijau dan beras merah.
Masih banyak gizi-gizi lain yang dibutuhkan saat kehamilan, atau dibutuhkan dua kali lipatnya ketika masa kehamilan. Sehingga alangkah lebih baiknya untuk konsultasi ke dokter mengenai asupan gizi seimbang selama masa kehamilan.

Konsultasi dan rutin melakukan pemeriksaan ke dokter

Ketika hendak merencanakan kehamilan, hal pertama yang harus dilakukan adalah mengecek kesehatan suami dan istri juga mengecek tingkat kesuburan pasangan.
Juga tak lupa untuk meminta saran menu sehat dengan gizi yang seimbang untuk menunjang asupan gizi demi terlahirnya anak yang sehat.
Akan indah terasa ketika kita dikaruniai seorang anak, maka jangan putus asa ketika kita merencanakan kehamilan namun belum juga diberikan kesempatan.
Tetap sabar dan berusaha.
Semoga bermanfaat!

Thursday, October 11, 2018

Kewajiban Memberikan Nafkah Dalam Keluarga

Kewajiban memberikan nafkah dalam keluarga

Nafkah adalah hal yang harus dipenuhi sebagai suatu kewajiban dari adanya pernikahan. Di sini akan dijelaskan apa itu nafkah, faktor yang menjadi sebab kewajiban memberikan nafkah, macam-macam nafkah, tujuan adanya nafkah juga hikmah adanya kewajiban nafkah.

   A.     Pengertian Nafkah

Nafkah secara bahasa berarti pembelanjaan, pembiayaan, pemberian maupun pengeluaran yang diberikan kepada orang-orang yang berada dalam tanggungannya. Pemberian ini bisa berupa uang, pakaian, ilmu, upah dan lain sebagainya.
Sedangkan secara istilah, nafkah berarti pemberian baik sandang, pangan maupun papan dari harta yang baik, yang diberikan kepada orang yang menjadi tanggungannya sehingga mampu memenuhi kebutuhan orang tersebut.
   B.     Faktor yang mewajibkan untuk memberikan nafkah
a.       Pernikahan (Isteri). Ketika terjadi pernikahan, maka akan timbul hak dan kewajiban yang harus dipenuhi oleh suami dan istri, salah satunya adalah kewajiban untuk memeberikan nafkah oleh suami kepada istri. Secara hukum, suamilah yang mempunyai kewajiban memberikan nafkah kepada istri. Namun, dalam prakteknya kewajiban memberikan nafkah ini disesuaikan dengan kondisi dan kemampuan setiap suami dan istri. Jika istri merasa lebih mampu untuk mencari nafkah, maka itu tidak menjadi persoalan selama istri ridho dan suami memang benar-benar tidak mempunyai kemampuan untuk mencari nafkah (misalnya saja suami sakit keras).
b.      Keturunan (Anak dan Cucu). Kewajiban menafkahi anak menjadi tugas orangtua. Selama anak itu belum dewasa, maka orang tua wajib memberikan sandang pangan dan papan untuk anak tersebut.
c.       Jasa perantara kelahiran (Orang Tua). Orang tua adalah orang yang paling berperan dalam kehidupan, sudah sewajarnya kita sebagai anak harus berbakti kepadanya. Ketika kita mulai menginjak usia dewasa, maka kewajiban orang tua untuk memberikan nafkah sudah usai, kini giliran kita untuk membahagiakan orang tua, salah satunya dngan memberikan nafkah dan menanggung seluruh biaya hidup orang tua, sehingga masa tuanya menjadi damai dan bahagia.
d.      Kekerabatan (Saudara). Pemberian kepada saudara ini lebih bertujuan kepada anjuran untuk berbuat adil, saling tolong menolong dalam hal-hal yang baik, serta menghindari permusuhan.
e.       Kepemilikan/Kekuasaanm, yaitu pemberian yang diberikan oleh seorang majikan kepada anak buahnya, atau kepada hamba sahaya, dalam bentuk upah mapun hal lainya.
   C.     Macam-macam Nafkah
1.      Lahiriyah
Nafkah dalam bentuk lahiriyah diantaranya adalah berupa sandang, pangan, papan, yang dengan nafkah tersebut bisa untuk memenuhi kebutuhan hidup.
2.      Batiniyah
Nafkah dalam bentuk batiniyah ini bisa berupa hubungan sebadan antarasuami dan istri, bisa juga bentuk cinta kasih terhadap sesama, pemenuhan pendidikan atau pemeliharaan kepada anak, atau penjagaan dari perbuatan yang tercela kepada keluarga.
   D.    Tujuan pemanuhan nafkah
a.       Untuk memenuhi hak dan kewajiban dalam berkeluarga, karena nafkah merupakan kewajiban yang timbul dari adanya ikatan pernikahan.
b.      Menumbuhkan semangat untuk bekerja dan memperolah rizki dengan cara yang baik.
c.       Konstribusi dalam membentuk generasi-generasi berbudi luhur, yang mampu meneruskan perjuangan dakwah islamiyah. Terjalinnya sikap saling tolong menolong dan kerja sama serta saling berbagi.
d.      Dengan berbagi dan memenuhi kewajiban memberikan nafkah, merupakan bentuk rasa syukur atas rizki yang telah Allah berikan kepada kita, sehingga kita akan lebih menyadari akan kebesaran-Nya.
   E.     Hikmah adanya Nafkah
a.       Mengajarkan kita untuk berprilaku dermawan, mulai dari hal-hal yang memang sudah menjadi kewajiban. Ketika yang pokok sudah terpenuhi maka diharapkan bahwa yang bukan menjadi kepokokan pun bisa dipenuhi, diantaranya bersedekah, dan memberi kepada yang membutuhkan.
b.      Mengajarkan kita arti kekeluargaan yang sebenarnya, dengan sikap saling tolong menolong antara sesama dan saling menjaga dari perbuatan keji.
Memenuhi nafkah kepada orang yang menjadi tanggungan kita berarti memenuhi kewajiban nafkah tersebut.
Dalam keluarga yang mempunyai tujuan untuk mencipatakan keluarga yang sakinah mawadah dan rahmah haruslah dijaga keutuhannya, salah satunya dengan terpenuhinya nafkah.
Dalam ketentuan hukum yang ada, suami lah yang mempunyai kewajiban untuk memenuhi nafkah keluarga.
Namun, itu kembali lagi kepada komitmen antara suami ddan istri. Jika istri mempunyai keinginan untuk membantu mencari nafkah dan selama istri itu ridha maka sah-sah saja.
Alasan perceraian di Pengadilan Agama adalah karena tidak terpenuhinya nafkah dalam keluarga.
Semoga dengan adanya keterbukaan dan komitmen kuat antara suami dan istri, tidak lagi menjadikan nafkah sebagai alasan perceraian, karena sesungguhnya setiap manusia sudah ditentukan rizkinya oleh Allah SWT. kita hanya perlu bersabar, berusaha dan tak lupa berdo’a.

Semoga bermanfaat.

Monday, September 17, 2018

Haram Menikah dengan Perempuan ini!

hama menikahi perempuan ini

Menikah merupakan suatu yang didambakan oleh banyak orang. Namun, dalam hal dengan siapa kita menikah ada beberapa wanita yang dilarang untuk dinikahi. Sehingga mengetahui akan hal ini menjadi wajib, agar terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan. Misalnya saja pembatalan pernikahan karena menikahi wanita yang dilarang untuk dinikahi.
Sebelum rasa sayang itu berubah menjadi rasa cinta dan rasa cinta itu mewujud menjadi rasa ingin memiliki seutuhnya, kita harus tahu apakah yang kita cintai itu benar di mata agama? jika memang tidak bertentangan maka rasa cinta itu bisa diwujudkan. Namun, jika itu merupakan hal yang dilarang, maka berhentilah untuk terlalu berharap, masih banyak yang baik dan dibolehkan secara oleh agama.
Diantara wanita-wanita yang dilarang untuk dinikahi adalah sebagai berikut:

Wanita yang dilarang untuk dinikahi dari segi masa atau waktu

1.      Wanita yang selamanya dilarang untuk dinikahi
Dalam hal ini berarti semua wanita yang haram untuk dinikahi selama-lamanya. Alasan pengharamannya adalah bisa karena nasab, persusuan dan karena pernikahan. Juga karena adanya sumpah li’an.
Wanita yang termasuk dalam kategori nasab yang dilarang untuk dinikahi diantaranya adalah ibu, nenek baik dari ayah maupun ibu, anak perempuan, cucu perempuan dan seterusnya kebawah, saudara perempuan (baik yang sekandung, seayah maupun seibu), saudara perempuan dari pihak ayah, saudara perempuan dari pihak ibu, anak perempuan dari saudara laki-laki maupun dari saudara perempuan.
Wanita yang dilarang dinikahi selamanya karena sebab adanya pernikahan ialah ibu dari istri atau lebih dikenal dengan mertua, anak dari istri (anak tiri) jika istri sudah digauli akan tetapi jika istri sudah dicerai tanpa digauli maka menikahi anak dari istri yang dicerai itu boleh, wanita yang dijadikan istri oleh anak (menantu), ibu tiri (istri ayah).
Adapun wanita yang diharamkan untuk dinikahi karena sebab persusuan adalah wanita yang menyusui (ibu persusuan), ibu dari ibu persusuan maupun ibu dari suaminya, saudara perempuan dari ibu persusuan, saudara perempuan dari suami ibu persusuan, anak maupun cucu dari ibu persusuan, saudara perempuan baik kandung seayah maupun seibu dari ibu persusuan.
Dan yang terakhir adalah wanita yang telah disumpah li’an.
2.       Wanita yang dilarang untuk dinikahi hanya sementara waktu (temporal/kondisional)
Wanita-wanita yang termasuk dalam kategori ini diantaranya adalah saudara suami atau istri (ipar), wanita yang masih bersuami (tidak diperbolehkan seorang wanita memiliki dua orang suami dalam satu masa), wanita yang sudah dicerai dan masih dalam masa ‘iddah, wanita yang sudah ditalak tiga suaminya dan belum adanya muhalil (orang yang dinikahi oleh mantan istri setelah ditalak tiga), wanita yang sedang berihram, wanita musyrik sebelum ia beriman, menikahi wanita sedangkan ia sudah memiliki empat istri.

Ikatan yang menjadi penghalang untuk menikahi wanita-wanita diatas diantaranya:

1.      Karena Hubungan Nasab
2.      Karena Sepersusuan
3.      Karena Pernikahan
Setelah mengetahui siapa saja wanita-wanita yang haram untuk dinikahi, diharapkan agar kita terhindar dari perbuatan yang menjerumuskan kita kepada dosa karena menikahi wanita yang tidak seharusnya kita nikahi.
Dalam sebuah kasus, ada seorang lelaki yang menikahi adik istrinya (adik iparnya), hal ini jelas dilarang dalam agama. Akan tetapi kenapa hal demikian bisa terjadi? Karena kurangnya pemahaman akan ilmu, juga ketidak berdayaannya mengendalikan hawa nafsu.
Mempoligami dua saudara jelas tidak boleh. Adapun yang diperbolehkan adalah menikahi adik dari istri jika istri sudah dicerai atau meninggal, dalam istilah yang sering kita dengar yaitu turun ranjang.
Ingatkan sanak dan saudara agar tidak terjerumus pada hal demikian.
Wanita-wanita yang dijelaskan diatas haram untuk dinikahi secara agama. Bahkan hukum di Indonesia pun melarangnya, jadi ketika kita melakukan kesalalahan dengan melakukan pernikahan dengan wanita yang dilarang untuk dinikahi maka akan dipersulit kedepannya.
Bahkan bisa jadi akan dilakukan pembatalan pernikahan karena wanita yang dinikahi tidak masuk kriteria yang bisa dinikahi.
Semoga kita dimudahkan untuk mendapatkan jodoh yang terbaik menurut Allah, dan semoga kita tidak terjerumus pada rasa cinta yang salah.
Semoga bermanfaat!




Sunday, September 16, 2018

Keseruan Berbagi Tugas Rumah Tangga yang Anda Bisa Dicoba

keseruan berbagi tugas rumah tangga

Tugas rumah tangga. Dalam pemahaman kita seringkli menempatkan seorang istri sebagai satu-satunya orang yang bertanggung jawab atas tugas rumah. Tidak ada kata berbagi tugas rumah. Karena semuanya dikerjakan oleh istri. Suami hanya tahu kerja, kerja dan kerja. Duit, duit dan duit.
Dengan kemajuan zaman seperti sekarang ini, sudah banyak istri-istri yang juga ikut bekerja untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga. Sehingga terkadang mencari pembantu rumah tangga pun menjadi pilihan yang diambil.
Dengan memperkerjakan pembantu rumah tangga, itu berarti ada pengeluaran yang sifatnya wajib setiap bulan untuk menggaji pembantu rumah tangga tersebut. Selama kita mampu menggajinya dengan layak itu tak menjadi soal, hanya saja jangan sampai gaji pembantu rumah tangga ditunggak. Hehe
Solusi tepat untuk mengatasi hal tersebt adalah dengan berbagi tugas rumah tangga bersama seluruh anggota keluarga. Bukan hanya istri saja yang mengerjakan keperluan rumah akan tetapi suami dan anak-anak pun ikut berperan.
Selain menghemat pengeluaran bulanan, juga mengajarkan anggota menjadi team work yang solid, dan mengajarkan anak untuk bertanggung jawab atas tugas yang diberikan kepadanya.
Diantara tugas-tugas rumah itu diantaranya:

1.      Memasak

Tugas satu ini biarlah istri yang menanganinya. Karena biasanya suami dan anak akan lebih senang jika yang memasak adalah istri. Namun jika memang istri belum jago untuk memasak, biarlah juru masak yang menanganinya, sambil istri sedikit-sedikit belajar.
Di zaman yang serba instan dan modern ini, mungkin banyak istri-istri yang tak mau repot dengan urusan dapur. Tiggal beli di warteg udah dapet menu-menu yang enak.
Akan tetapi, tentu suami akan lebih menghargai istrinya yang mau belajar memasak dan menghidangkan makanan setiap hari  di meja makan, baik itu untuk sarapan maupun makan malam.
Untuk belajar memasak, bukan sesuatu yang teramat sulit. Dengan kemajuan teknologi kita bisa belajar memasak hanya dengan menonton video di youtube dan mencari menu-menu masakan di internet.
Jadi bukan sesuatu yang teramat sulit bagi istri untuk mengemban tugas memasak.

2.      Mencuci

Setiap harinya pasti akan ada saja sesuatu yang kotor dan harus dicuci. Mulai dari perabot rumah sampai pakaian.
Untuk urusan perabot rumah biarkan istri yang menanganinya. Sekalian dengan tugasnya memasak.
Dan untuk tugas mencuci pakaian, biarkan sisulung yang mengerjakannya. Selain karena ia telah cukup besar juga pekerjaan ini menguras tenaga lebih.
Namun jika kalian merupakan pasangan muda, biarlah suami yang mengemban tugas untuk mencuci pakaian.

3.      Membersihkan rumah

Mulai dari menyapu ruangan dan mengepel. Tugs ini tidak terlalu berat untuk dilakukan, maka dari itu berikanlah tugas ini kepada anak. Hal ini mengajarkan anak untuk bertanggung jawab dalam melaksanakan tugas. Membersihkan rumah bisa dilakukan pula oleh suami, jika memang suami belum kebagian tugas.

4.      Mengurusi halaman

Menyapu halaman, memotong rumput dan menyirami tanaman. Biarkanlah tugas ini dilakukan oleh suami. Mengurusi halaman membutuhkan sedikit kreatifitas agar halaman rumah kita terlihat indah dan menyejukan pandangan. Tanamlah beberapa bunga dan pohon yang menghasilkan buah (misal pohon mangga). Selain karena pohonnya rindang membuat halaman menjadi teduh juga bisa menikmati buahnya ketika masa panen tiba.
Empat hal diatas adalah pekerjaan rumah yang setiap hari harus dilakukan.
Untuk membagi pekerjaan tersebut bisa didiskusikan bersama-sama dengan anggota keluarga lainnya.
Bisa saja suami yang memasak, atau anak yang mengurusi halaman. Sesuaikan dengan minat dan keahlian masing-masing.
Karena ukuran kepuasan setiap keluarga tidaklah sama. Misalnya saja satu keluarga ini sangat senang jika dibikinkan masakan oleh istrinya, bisa juga di keluarga lain justru suami yang merasa senang ketika menyiapkan masakan untuk makan keluarga.
Setidaknya dengan membagi pekerjaan rumah dengan semua anggota keluarga, bisa meringankan tugas istri di rumah.
Dan juga tidak perlu repot-repot untuk mencari pembantu rumah tangga. Selain karena mengurangi pemasukan setiap bulan, terkadang mendapatkan pembantu rumah tangga yang cocok itu  juga sulit.
Cobalah berbagi tugas rumah, rasakan bagaimana keseruannya.

Suasana pagi hari menjadi tidak sepi, semua sibuk dengan tugasnya masing-masing. Dan setelah menyelesaikan tugasnya masing-masing. Seluruh anggota keluarga berkumpul bersama dalam satu meja untuk menikmati menu sarapan bunda.

Saturday, September 15, 2018

Hak dan Kewajiban Suami Istri Dalam Keluarga

hak dan kewajiban suami istri dalam keluarga

Hak dan kewajiban suami istri merupakan akibat hukum dari adanya pernikahan.
Hari yang bahagia, ketika ijab qabul telah terucap, sepasang pengantin baru telah siap untuk menjalani kehidupan barunya, menjalani peran barunya yaitu sebagai suami dan istri. Sehingga ada hak dan kewajiban suami istri yang harus mereka penuhi.
Hak dan kewajiban suami istri dalam rumah tangga adalah akibat hukum dari adanya pernikahan itu sendiri, sehingga menjadi suatu keharusan untuk memenuhinya bagi siapa saja yang telah melakukan pernikahan.
Suami dan istri memiliki kewajiban yang luhur untuk membentuk sebuah keluarga yang sakinah, mawadah dan rahmah seperti tercantum dalam tujuan nikah itu sendiri. (Baca: dasar-dasar pernikahan). Suami istri juga harus saling mencintai, menghormati, dan saling bahu membahu baik secara lahir maupun batin.
Dari hak dan kewajiban suami istri dalam rumah tangga, ada yang dikhususkan menjadi kewajiban suami. Yaitu sesuatu yang harus dipenuhi oleh seorang suami, baik itu yang berupa hak istri maupun hak anak. Diantaranya adalah:

Memberikan maskawin atau mahar kepada istri

Suami mempunyai kewajiban untuk membayar mahar (maskawin) kepada istri. Mahar sendiri bisa ditangguhkan atau dihutang jika istri ridho, namun tetap harus dilunasi dikemudian hari.

Kewajiban suami selanjutnya adalah memberikan nafkah

Suami wajib memenuhi semua keperluan rumah tangga sesuai dengan kemampuannya, mulai dari sandang, pangan dan papan. Hal ini bisa didiskusikan dengan istri, jika memang kewajiban menafkahi keluarga akan dilakukan oleh suami dan istri, dalam hal ini istri membantu suami untuk mencari nafkah keluarga.

Menggauli istri dengan baik

Antara suami dan istri harus lah terjalin suatu hubungan yang harmonis, sehingga bisa terbentuk keluarga yang SAMARA. Segala hal yang terjadi dalam keluarga hendaknya dibicarakan antara suami istri, mengajak istri untuk sesekali bercanda, memperlakukannya dengan baik dan lemah lembut, dan jika istri melakukan kesalahan maka menegurnya dengan baik serta menghiburnya ketika ia bersedih. Dengan komunikasi yang baik kehidupan rumah tangga akan menjadi baik. manggauli istri dengan baik merupakan kewajiban suami yang tak boleh dilewatkan, mengingat efek dari kepuasan batin juga penting demi terbentuknya keluarga yang bahagia.

Membantu istri untuk mengurusi pekerjaan rumah tangga

Kewajiban istri sebenarnya hanya melayani suami, bukan untuk mengurusi dan membereskan urusan rumah tangga. Namun, bentuk bakti istri kepada suami yang membuatnya melakukan hal tersebut. Maka ketika pekerjaan rumah itu terlalu menumpuk, hendaknya suami membantu untuk meringankan pekerjaan istri tersebut. Atau jika suami terlalu sibuk bekerja maka bisa memperkerjakan seorang pembantu rumah tangga.

Cemburu hanya karena agama dan kehormatan          

Cemburunya suami terhadap istri merupakan bentuk cinta kasih dari seorang suami. Namun, cemburu tersebut haruslah berlandaskan pada keinginan untuk menjaga istri dari segala macam bentuk pandangan, perkataan maupun perasaan. Cemburu itu baik namun jika cemburu itu berlebihan maka akan berakibat buruk juga.

Mendidik istri dan anak

Mengajarkan dan mengarahkan istri dan anak-anak untuk selalu menjaga diri mereka dari segala hal yang berakibat dosa merupaka kewajiban suami. Kedudukan suami sebagai imam berkewajiban menjaga keluarganya dari api neraka.
Setiap manusia memiliki kekurangan dan kehiafan, maka sebagai sebuah keluarga hendaknya saling mengingatkan untuk kembali dari kehilafan itu menuju kebenaran.
Juga suami memiliki kewajiban untuk memperhatikan pendidikan anak. Menjadikan anak berakhlak baik kepada orang tua dan sesamanya. Juga memiliki pengetahuan yang bisa dimanfaatkan dalam kehidupannya.
Itu sebagian hal yang menjadi kewajiban suami terhadap istri dan keluarganya.
Adapun kewajiban istri adalah:

Berbakti kepada suami secara lahir dan batin

Istri yang baik adalah istri yang berbaikti kepada suami. Tidak membagkang.
Secara lahir maupun batin.
Jika memang ada sesuatu yang tidak disukai oleh istri terhadap suaminya, maka bicarakanlah dengan etika dan berusaha agar is tidak merasa tersinggung.
Keberhasilan sebuah hubungan adalah dengan adanya komunikasi yang baik.

Mengatur keperluan rumah tangga

Kebiasaan di negara kita adalah seorang istri bangun pagi-pagi, kemudian beribadah, dan mulai mengurus pekerjaan rumah mulai dari mencuci baju, mencuci piring, masak sampai membereskan rumah. Namun, itu semua akan percuma jika tidak dilakukan dengan keridhoan. Maka dari itu jika istri memang merasa tak sanggup melakukan itu semua, bicaralah pada suami.
Diskusikan jalan terbaiknya seperti apa.
Istri ideal itu adalah istri yang mempunyai bakat sebagai sekertaris, akuntan, koki, dan lain-lain. Tapi apakah sampai hati sang suami tersebut kalau istri harus melakukannya seorang diri.
Berbagilah pekerjaan rumah tersebut bersama suami.
Karena yang menjalankan bahtera rumah tangga adalah suami dan istri.

Tidak mengumbar aib suami dan rahasia rumah tangga kepada tetangga

Menjaga aib pasangan adalah tugas masing-masing pasangan itu sendiri. Suami harus menjaga aib istri begitu juga istri harus menjaga aib suami.
Harus ada privasi dalam sebuah keluarga, agar keharmonisan itu tetap terjaga.
Sikap saling terbuka cukuplah antara suami dan istri, jangan sampai hal yang merupakan aib tersebut diketahui pula oleh tetangga.
Hubungan antara suami istri akan terjaga keharmonisannya ketika hak dan kewajiban suami istri tersebut terpenuhi dalam sebuah keluarga.
Maka jika ada salah seorang yang melalaikan kewajibannya, segeralah untuk mengingatkannya. Agar tidak berkelanjutan.
Jika ada permasalahan yang menyangkut kehidupan rumah tangga, selesaikanlah dengan saling terbuka dan tidak menjunjung tingg egoisme.
Penuhilah kewajibanmu, maka hakmu pun akan terpenuhi dengan sendirinya.

Selamat berbahagia

Semoga bermanfaat.





luvne.com ayeey.com cicicookies.com mbepp.com kumpulanrumusnya.comnya.com tipscantiknya.com